1.
Setelah berhasil
menginstall aplikasi Smart CVS 6, Carilah Menu Project > Check Out…
|
![]() |
2.
Akan muncul window
Check Out Project. Pada Tab Repository, kita diharuskan untuk memilih Profile
yang digunakan untuk mengakses CVS Server. Apabila kita belum memiliki sebuah
Profile, kita bisa membuatnya dnegan mengklik Manage...
|
![]() |
3. Setelahnyaakanmunculnama
Profile yang akankitagunakan. Karenakitatidakmemiliki Profile, makaklik Add
di bagianKanan.
|
![]() |
4. Di
Window Add Repository Profile, akanmuncul 3 step utama. Pada Step General
Options, isikansesuaidenganketerangdibawah :
-
Access Method : pserver
-
User Name : dian
-
Server Name : 192.168.16.6
-
Repository Path : /usr/local/cvsroot
-
Server Port : Default
Kemudian
Next.
|
![]() |
5. Pada
Step Configuration, kitaakandimintauntukmengisi Password Profile yang
kitabuattadi. Password yang
diisidisiniadalah password User tadi yang sesuaidengan yang tersetting di CVS
Server.Setelahdiisi, kitabisamencentangpilihanStore Password on Disk yang manaakanmenyimpan password
kitadanpilihanVerify Connection When
Pressing Next yang akanotomatismemverifikasi user, password dan server
ketika di klikNext
|
![]() |
6. Setelah
di klikNext, kitaakanmasukke Step Name. Ada 2 pilihanjugadisini yang 1 yakniUse CVS-Location as profile name yang
akanmengunakanlokasi CVS sebagainama profile yang dibuattadidanUse this profile name yang
akanmenggunakannama yang diinputsebagainama profile yang dibuattadi.
Kemudianklik Finish.
|
![]() |
7. Pilihnama
Profile yang kitabuattadikemudian OK. Kita akankembalike Window Check Out
Project. Disini, karenakitasudahmembuat Profile untukmengakses CVS Server,
kitaklik Next.
|
![]() |
8. Kita
akandibawake Step Modules. Disinikitaakanmemilih file/folder yang
akankitakerjakan. Sebelumnya
file/folder yang akandikerjakan di CVS iniharussudahdipindahkanke
/usr/local/cvsroot.
|
![]() |
9. Setelahdiklik
Next, kitaakandibawake Step Target Directory, dimana Target Directory
inimerupakanlokasidimanaakanditempatkan file – file yang ada di folder yang
kitapilih di langkah 8 tadi. Denganbegitu, kitabisamenempatkannya di local
danmengerjakannya di local dulusebelummenempatkannya di Server.
|
![]() |
10. Setelah
di Next, kitaakandibawake 3 Steps selanjutnya. Di 3 Steps terakhirini,
biarkanpilihannya Default.
|
![]() |
![]() |
![]() |
11. Ketikasudah
Finish, SmartCVS 6 akanmeng-copy file yang kitapilihdilangkah 8 tadike local
folder yang kitatentukandilangkah 9 tadi.
|
![]() |
![]() |
12. Kemudianmasuklahke
local folder yang kitatentukandilangkah 9 tadidanbuatlahsebuah folder
danisidengansebuah file (*.doc, *.txt, *.class, *.java, *.*)
|
![]() |
![]() |
13. Kembalike
Smart CVS6, KlikTombol Refresh ataudenganmenekan F5. Akan munculnama folder
baru yang kitabuattadi.
|
![]() |
14. Buka
folder tersebutdanakanterdapat file yang kitataruhdifolder yang
kitabuattadidengan Local State “Non-CVS”. Inimenandakan, file
tersebuthanyaberada di local danbelumada di CVS Server. Untukmeletakkannya di
CVS Server, kliktombol Get Changes from the Repository.
|
![]() |
15. Setelah
di kliktombol Get Changes from the Repository, status Local State akanmenjadi
Added. Denganbegitu, file tersebutsiapdibawake CVS Server denganmengklik
Commit.
|
![]() |
![]() |
16. Setelah
proses selesai, Local State file akanberubahmenjadi Unchanged yang berarti
file sudahada di CVS Server.
|
![]() |
Selasa, 26 Februari 2013
Tutorial Menggunakan Smart CVS 6
Kamis, 02 Februari 2012
Gandum
| ?Gandum | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Triticum aestivum, jenis gandum yang paling umum ditanam. | ||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||
| ||||||||||||
| Spesies | ||||||||||||
| T. aestivum |
Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol.
Daftar isi |
Sejarah
Masyarakat prasejarah sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian lainnya sebagai sumber makanan. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM [1].
[sunting] Klasifikasi
Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku [2]. Gandum dapat diklasifikasikan berdasarkan tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam. Berdasarkan tekstur kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum. Sementara itu berdasarkan warna bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah) dan white (putih). Untuk musim tanam, gandum dibagi menjadi winter (musim dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum gandum diklasifikasikan menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.
T. aestivum (hard wheat)
T. aestivum adalah spesies gandum yang paling banyak ditanam di dunia dan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti karena mempunyai kadar protein yang tinggi. Gandum ini mempunyai ciri-ciri kulit luar berwarna coklat, bijinya keras, dan berdaya serap air tinggi. Setiap bulir terdiri dari dua sampai lima butir gabah.
[sunting] T. compactum (soft wheat)
T. compactum merupakan spesies yang berbeda dan hanya sedikit ditanam. Setiap bulirnya terdiri dari tiga sampai lima buah, berwarna putih sampai merah, bijinya lunak, berdaya serap air rendah dan berkadar protein rendah. Jenis gandum ini biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kadang-kadang membuat roti.
T. durum (durum wheat)
T. durum merupakan jenis gandum yang khusus. Ciri dari gandum ini ialah bagian dalam (endosperma) yang berwarna kuning, bukan putih, seperti jenis gandum pada umumnya dan memiliki biji yang lebih keras, serta memiliki kulit yang berwarna coklat. Gandum jenis ini digunakan untuk membuat produk-produk pasta, seperti makaroni, spageti, dan produk pasta lainnya [3].
Morfologi biji
Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ) [4]. Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingaBran
Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total keseluruhan gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Epidermis merupakan bagian terluar biji gandum, mengandung banyak debu yang apabila terkena air akan menjadi liat dan tidak mudah pecah. Fenomena inilah yang dimanfaatkan pada penggilingan gandum menjadi tepung terigu agar lapisan epidermis yang terdapat pada biji gandum tidak hancur dan mengotori tepung terigu yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang terkandung dalam bran adalah protein larut (albumin dan globulin).
Endosperma
Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%) yang banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah yang akan diambil sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu [5]. Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang kandungannya akan semakin kecil jika mendekati inti dan akan semakin besar jika mendekati kulit.
Lembaga
Lembaga terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan cadangan makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih hidup bahkan setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat sedikit molekul glukosa, mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan terjadi perkecambahan yaitu biji gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum yang baru. Perkecambahan merupakan salah satu hal yang harus dihindari pada tahap penyimpanan biji gandum. Perkecambahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif hangat dan kandungan oksigen yang melimpah.
Tepung terigu
Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Kata terigu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis, trigo, yang berarti "gandum".
Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu. Tepung terigu juga berasal dari gandum, bedanya terigu berasal dari biji gandum yang dihaluskan, sedangkan tepung gandum utuh (whole wheat flour) berasal dari gandum beserta kulit arinya yang ditumbuk.
Pembuatan tepung terigu
Tepung terigu diperoleh dari hasil penggilingan biji gandum yang mengalami beberapa tahap pengolahan (Paul & Helen 1972). Beberapa tahap proses pengolahan tersebut adalah tahap persiapan dan tahap penggilingan. Tahap persiapan meliputi proses cleaning (pembersihan), dampening (pelembapan), dan conditioning (pengondisian). Pada tahap cleaning, gandum dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti debu, biji-biji lain selain gandum (seperti biji jagung, kedelai), kulit gandum, batang gandum, batu-batuan, kerikil, logam, dan lain-lain [6]. Kontaminan-kontaminan tersebut harus dipisahkan dari gandum sebelum proses penggilingan. Penggunaan ayakan kasar dan magnet dapat memisahkan benda-benda asing dan substansi logam yang terdapat pada gandum. Kontaminan kecil memerlukan perlakuan khusus untuk memisahkannya dari gandum.
Gandum yang telah dibersihkan mengalami proses selanjutnya yaitu proses dampening dan conditioning. Proses dampening adalah proses penambahan air agar campuran gandum memiliki kadar air yang diinginkan [6]. Proses dampening tergantung pada kandungan air dari gandum, kepadatan, dan kekerasan biji gandum. Jumlah air yang ditambahkan dapat dihitung secara matematis dengan menggunakan persamaan:
W adalah jumlah air yang ditambahkan (kg), M2 adalah kadar air yang diinginkan (%), M1 adalah kadar air gandum awal (%), dan Q adalah berat gandum (kg).
Setelah melalui proses dampening selanjutnya gandum mengalami conditioning dengan menambahkan air pada gandum dan didiamkan selama waktu tertentu agar air benar-benar meresap. Tahap ini bertujuan untuk membuat kulit gandum menjadi liat sehingga tidak hancur pada saat digiling dan dapat mencapai kadar air tepung terigu yang diinginkan serta memudahkan endosperma terlepas dari kulit dan melunakkan endosperma.
Tahap selanjutnya adalah tahap penggilingan yang meliputi proses breaking, reduction, sizing, dan tailing. Prinsip proses penggilingan adalah memisahkan endosperma dari lapisan sel aleuron atau lapisan kulit. Diawali dengan proses breaking, endosperma dihancurkan menjadi partikel-partikel dalam ukuran yang seragam dalam bentuk bubuk seukuran tepung [7]. Tahap penggilingan selanjutnya adalah proses reduction, yaitu endosperma yang sudah dihancurkan diperkecil lagi menjadi tepung terigu, untuk selanjutnya diayak untuk dipisahkan dari bran dan pollard. Selama proses penggilingan dihasilkan produk-produk samping seperti dedak, pollard, pellet, dan tepung industri. Tujuan dari tahap penggilingan ini untuk memperoleh hasil ekstraksi yang tinggi dengan kualitas tepung yang baik. Proses tepung yang baik umumnya menghasilkan 74-84% tepung terigu sedangkan bran dan pollard kira-kira 20-26%. Tepung hasil produksi dianalisis di laboratorium kendali mutu untuk dianalisis kandungan-kandungan dalam tepung terigu yang meliputi penetapan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar gluten, uji warna, uji farinograph, ekstensograph, alveograph, amylograph, serta analisis mikrobiologi.
Jenis tepung terigu
- Tepung berprotein tinggi (bread flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein tinggi, antara 11%-13%, digunakan sebagai bahan pembuat roti, mi, pasta, dan donat.
- Tepung berprotein sedang/serbaguna (all purpose flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein sedang, sekitar 8%-10%, digunakan sebagai bahan pembuat kue cake.
- Tepung berprotein rendah (pastry flour): mengandung protein sekitar 6%-8%, umumnya digunakan untuk membuat kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit gorengan ataupun keripik.
MANFAAT LIDAH BUAYA
Lidah Buaya atau yang lazim disebut Aloe vera (Latin: Aloe barbadensis Milleer) merupakan tanaman berduri yang berasal dari daerah kering di benua Afrika. Tamanan Lidah Buaya ini telah dikenal dan digunakan sejak ribuan tahun yang lalu karena khasiat dan manfaatnya yang luar biasa.
Fakta sejarah yang ada menyebutkan bahwa Bangsa Mesir kuno telah mengetahui manfaat lidah buaya sebagai tanaman kesehatan sejak tahun 1500 SM. Karena manfaat lidah buaya yang begitu luar biasa, bangsa Mesir kuno menyebut tanaman lidah buaya sebagai tanaman keabadian!
Tidak hanya itu, seorang dokter dari zaman Yunani kuno yang bernama Dioscordes, menyebutkan jika salah satu manfaat lidah buaya yakni memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit. Misalnya radang tenggorokan, bisul, rambut rontok, wasir, dan kulit memar, pecah-pecah serta lecet.
Kandungan Lidah Buaya
Tanaman Lidah Buaya memiliki beragam jenis. Setidaknya ada sekitar 200 jenis Tanaman Lidah Buaya yang telah diketahui. Dari ke 200 jenis tersebut yang paling bagus digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis Miller. Jenis ini setidaknya mengandung 72 jenis zat yang dibutuhkan oleh tubuh.
Dari 72 zat tersebut terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.
Aloe vera atau lebih dikenal dengan sebutan lidah buaya adalah tanaman tropis sukulen yang memiliki bentuk seperti daun berdaging. Daun ini memiliki banyak manfaat baik sebagai obat maupun untuk kosmetik. Lidah buaya merupakan tananaman yang cukup unik karena mengandung berbagai senyawa biologis aktif seperti mannans asetat, polymannans, antrakuinon dan berbagai lektin. Lidah buaya juga mengandung sekitar 75 jenis zat yang telah dikenal bermanfaat dan lebih dari 200 senyawa lain yang membuatnya layak digunakan dalam pengobatan herbal.
Zat-zat tersebut termasuk : – Enzim yang membantu pencernaa dan mengurangi peradangan – Semua jenis vitamin terkecuali vitamin D – Mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim – Gula rantai panjang untuk menyeimbangkan kembali sistem pencernaan – Saponin, yang berfungsi sebagai anti-mikroba – 20 dari 22 jenis asam amino
Berikut ini adalah sejumlah manfaat yang dapat Anda peroleh dari lidah buaya :
1. Detoksifikasi : Jus lidah buaya adalah peluruh racun alami, namun juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang membantu tubuh kita mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.
2. Gangguan pencernaan: Lidah buaya berguna terutama pada kasus panas perut, iritasi usus dan tukak lambung. Lidah buaya diketahui dapat menenangkan esofagus dan mengatasi refluks asam.
3. Kesehatan mulut : Lidah buaya sangat bermanfaat untuk masalah mulut dan gusi, terutama dalam memperbaiki gusi yang memburuk.
4. Perawatan kulit : Menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan, perbaikan dan peremajaan kulit.
5. Diabetes: Setengah sendok jus lidah buaya yang diberikan selama 14 minggu, terbukti mengurangi kadar gula darah sebesar 45 persen.
6. Membantu gerakan usus: Aloe lateks mengandung antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat.
7. Menjaga berat badan: Jus lidah buaya telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menurunkan berat badan.
8. Kekebalan : Lidah buaya merupakan antioksidan yang penuh kontra radikal bebas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
9. Luka bakar : Gel lidah buaya dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar, termasuk luka bakar akibat paparan sinar matahari.
10. Ketombe : Lidah buaya dapat membantu dalam mengurangi gatal dan ketombe. Lidah buaya juga bisa digunakan sebagai perawatan rambut sebelum Anda keramas.
Lidah buaya, atau dikenal juga dengan nama aloe vera, banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis seperti Afrika Selatan, Amerika Latin, dan Indonesia. Di Indonesia, khasiat lidah buaya kerap digunakan untuk perawatan rambut. Tetapi kini banyak produk perawatan kulit yang menggunakan lidah buaya sebagai salah satu bahan dasar. Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Ethnopharmacology membuktikan, lidah buaya efektif dalam membantu penyembuhan luka bakar dan mengatasi iritasi kulit. Ini karena sifatnya yang bisa menyejukkan, menyegarkan, dan meredakan peradangan pada kulit. Maka, lidah buaya cocok diaplikasikan pada segala jenis kulit, termasuk kulit sensitif.
Cara kerja: Salah satu produk perawatan kulit yang menggunakan lidah buaya sebagai bahan dasar adalah after sun lotion. Lidah buaya mampu meredam rasa panas akibat terpapar sinar matahari, memperbaiki sel kulit yang rusak, dan merangsang pertumbuhan sel-sel baru. Riset dari University of Mariland Medical Center memaparkan, lidah buaya mengobati iritasi kulit akibat luka bakar 9 hari lebih cepat, dibandingkan pengobatan tanpa lidah buaya.
“Lidah buaya dapat pula menggantikan peran krim hydrocortisone dalam memberikan efek yang menyejukkan bagi kulit. Terutama, meredakan rasa gatal dan iritasi akibat efek samping dari pemakaian kosmetik,” ujar Baumann. Anda bisa mencoba Biokos Age Repair Anti Wrinkle Moisturizing Base.
Sabtu, 17 Desember 2011
Stoikiometri
Kata Kunci: massa atom, massa molekul, satuan massa atom, stoikiometri
Ditulis oleh Yoshito Takeuchi pada 01-03-2008
a. Tahap awal stoikiometri
Di awal kimia, aspek kuantitatif perubahan kimia, yakni stoikiometri reaksi kimia, tidak mendapat banyak perhatian. Bahkan saat perhatian telah diberikan, teknik dan alat percobaan tidak menghasilkan hasil yang benar.
Salah satu contoh melibatkan teori flogiston. Flogistonis mencoba menjelaskan fenomena pembakaran dengan istilah “zat dapat terbakar”. Menurut para flogitonis, pembakaran adalah pelepasan zat dapat etrbakar (dari zat yang terbakar). Zat ini yang kemudian disebut ”flogiston”. Berdasarkan teori ini, mereka mendefinisikan pembakaran sebagai pelepasan flogiston dari zat terbakar. Perubahan massa kayu bila terbakar cocok dengan baik dengan teori ini. Namun, perubahan massa logam ketika dikalsinasi tidak cocok dengan teori ini. Walaupun demikian flogistonis menerima bahwa kedua proses tersebut pada dasarnya identik. Peningkatan massa logam terkalsinasi adalah merupakan fakta. Flogistonis berusaha menjelaskan anomali ini dengan menyatakan bahwa flogiston bermassa negatif.
Filsuf dari Flanders Jan Baptista van Helmont (1579-1644) melakukan percobaan “willow” yang terkenal. Ia menumbuhkan bibit willow setelah mengukur massa pot bunga dan tanahnya. Karena tidak ada perubahan massa pot bunga dan tanah saat benihnya tumbuh, ia menganggap bahwa massa yang didapatkan hanya karena air yang masuk ke bijih. Ia menyimpulkan bahwa “akar semua materi adalah air”. Berdasarkan pandangan saat ini, hipotesis dan percobaannya jauh dari sempurna, tetapi teorinya adalah contoh yang baik dari sikap aspek kimia kuantitatif yang sedang tumbuh. Helmont mengenali pentingnya stoikiometri, dan jelas mendahului zamannya.
Di akhir abad 18, kimiawan Jerman Jeremias Benjamin Richter (1762-1807) menemukan konsep ekuivalen (dalam istilah kimia modern ekuivalen kimia) dengan pengamatan teliti reaksi asam/basa, yakni hubungan kuantitatif antara asam dan basa dalam reaksi netralisasi. Ekuivalen Richter, atau yang sekarang disebut ekuivalen kimia, mengindikasikan sejumlah tertentu materi dalam reaksi. Satu ekuivalen dalam netralisasi berkaitan dengan hubungan antara sejumlah asam dan sejumlah basa untuk mentralkannya. Pengetahuan yang tepat tentang ekuivalen sangat penting untuk menghasilkan sabun dan serbuk mesiu yang baik. Jadi, pengetahuan seperti ini sangat penting secara praktis.
Pada saat yang sama Lavoisier menetapkan hukum kekekalan massa, dan memberikan dasar konsep ekuivalen dengan percobaannya yang akurat dan kreatif. Jadi, stoikiometri yang menangani aspek kuantitatif reaksi kimia menjadi metodologi dasar kimia. Semua hukum fundamental kimia, dari hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap sampai hukum reaksi gas semua didasarkan stoikiometri. Hukum-hukum fundamental ini merupakan dasar teori atom, dan secara konsisten dijelaskan dengan teori atom. Namun, menarik untuk dicatat bahwa, konsep ekuivalen digunakan sebelum teori atom dikenalkan.
b. Massa atom relatif dan massa atom
Dalton mengenali bahwa penting untuk menentukan massa setiap atom karena massanya bervariasi untuk setiap jenis atom. Atom sangat kecil sehingga tidak mungkin menentukan massa satu atom. Maka ia memfokuskan pada nilai relatif massa dan membuat tabel massa atom (gambar 1.3) untuk pertamakalinya dalam sejarah manusia. Dalam tabelnya, massa unsur teringan, hidrogen ditetapkannya satu sebagai standar (H = 1). Massa atom adalah nilai relatif, artinya suatu rasio tanpa dimensi. Walaupun beberapa massa atomnya berbeda dengan nilai modern, sebagian besar nilai-nilai yang diusulkannya dalam rentang kecocokan dengan nilai saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa ide dan percobaannya benar.

Kemudian kimiawan Swedia Jons Jakob Baron Berzelius (1779-1848) menentukan massa atom dengan oksigen sebagai standar (O = 100). Karena Berzelius mendapatkan nilai ini berdasarkan analisis oksida, ia mempunyai alasan yang jelas untuk memilih oksigen sebagai standar. Namun, standar hidrogen jelas lebih unggul dalam hal kesederhanaannya. Kini, setelah banyak diskusi dan modifikasi, standar karbon digunakan. Dalam metoda ini, massa karbon 12C dengan 6 proton dan 6 neutron didefinisikan sebagai 12,0000. Massa atom dari suatu atom adalah massa relatif pada standar ini. Walaupun karbon telah dinyatakan sebagai standar, sebenarnya cara ini dapat dianggap sebagai standar hidrogen yang dimodifikasi.
Soal Latihan 1.1 Perubahan massa atom disebabkan perubahan standar. Hitung massa atom hidrogen dan karbon menurut standar Berzelius (O = 100). Jawablah dengan menggunakan satu tempat desimal.
Jawab.
Massa atom hidrogen = 1 x (100/16) = 6,25 (6,3), massa atom karbon = 12 x (100/16)=75,0
Massa atom hampir semua unsur sangat dekat dengan bilangan bulat, yakni kelipatan bulat massa atom hidrogen. Hal ini merupakan kosekuensi alami fakta bahwa massa atom hidrogen sama dengan massa proton, yang selanjutnya hampir sama dengan massa neutron, dan massa elektron sangat kecil hingga dapat diabaikan. Namun, sebagian besar unsur yang ada secara alami adalah campuran beberapa isotop, dan massa atom bergantung pada distribusi isotop. Misalnya, massa atom hidrogen dan oksigen adalah 1,00704 dan 15,9994. Massa atom oksigen sangat dekat dengan nilai 16 agak sedikit lebih kecil.
Contoh Soal 1.2 Perhitungan massa atom. Hitung massa atom magnesium dengan menggunakan distribsui isotop berikut: 24Mg: 78,70%; 25Mg: 10,13%, 26Mg: 11,17%.
Jawab:
0,7870 x 24 + 0,1013 x 25 +0,1117 x 26 = 18,89+2,533+2,904 = 24,327(amu; lihat bab 1.3(e))
Massa atom Mg = 18,89 + 2,533 + 2,904 =24.327 (amu).
Perbedaan kecil dari massa atom yang ditemukan di tabel periodik (24.305) hasil dari perbedaan cara dalam membulatkan angkanya.
Massa molekul dan massa rumus
Setiap senyawa didefinisikan oelh rumus kimia yang mengindikasikan jenis dan jumlah atom yang menyususn senyawa tersebut. Massa rumus (atau massa rumus kimia) didefinisikan sebagai jumlah massa atom berdasarkan jenis dan jumlah atom yang terdefinisi dalam rumus kimianya. Rumus kimia molekul disebut rumus molekul, dan massa rumus kimianya disebut dengan massa molekul.5 Misalkan, rumus molekul karbon dioksida adalah CO2, dan massa molekularnya adalah 12 +(2x 6) = 44. Seperti pada massa atom, baik massa rumus dan massa molekul tidak harus bilangan bulat. Misalnya, massa molekul hidrogen khlorida HCl adalah 36,5. Bahkan bila jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul identik, dua molekul mungkin memiliki massa molekular yang berbeda bila ada isostop berbeda yang terlibat.
Tidak mungkin mendefinisikan molekul untuk senyawa seperti natrium khlorida. Massa rumus untuk NaCl digunakan sebagai ganti massa molekular.
Contoh Soal 1.3 Massa molekular mokelul yang mengandung isotop.
Hitung massa molekular air H2O dan air berat D2O (2H2O) dalam bilangan bulat.
Jawab
Massa molekular H2O = 1 x 2 + 16 = 18, massa molekular D2O = (2 x 2) + 16 = 20
Perbedaan massa molekular H2O dan D2O sangat substansial, dan perbedaan ini sifat fisika dan kimia anatara kedua jenis senyawa ini tidak dapat diabaikan. H2O lebih mudah dielektrolisis daripada D2O. Jadi, sisa air setelah elektrolisis cenderung mengandung lebih banyak D2O daripada dalam air alami.
d. Kuantitas materi dan mol
Metoda kuantitatif yang paling cocok untuk mengungkapkan jumlah materi adalah jumlah partikel seperti atom, molekul yang menyusun materi yang sedang dibahas. Namun, untuk menghitung partikel atom atau molekul yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat sangat sukar. Alih-alih menghitung jumlah partikel secara langsung jumlah partikel, kita dapat menggunakan massa sejumlah tertentu partikel. Kemudian, bagaimana sejumlah tertentu bilangan dipilih? Untuk
menyingkat cerita, jumlah partikel dalam 22,4 L gas pada STP (0℃, 1atm) dipilih sebagai jumlah standar. Bilangan ini disebut dengan bilangan Avogadro. Nama bilangan Loschmidt juga diusulkan untuk menghormati kimiawan Austria Joseph Loschmidt (1821-1895) yang pertama kali dengan percobaan (1865).
Sejak 1962, menurut SI (Systeme Internationale) diputuskan bahwam dalam dunia kimia, mol digunakan sebagai satuan jumlah materi. Bilangan Avogadro didefinisikan jumlah atom karbon dalam 12 g 126C dan dinamakan ulang konstanta Avogadro.
Ada beberapa definisi “mol”:
(i) Jumlah materi yang mengandung sejumlah partikel yang terkandung dalam 12 g 12C. (ii) satu mol materi yang mengandung sejumlah konstanta Avogadro partikel.
(iii) Sejumlah materi yang mengandung 6,02 x 1023 partikel dalam satu mol.
e. Satuan massa atom (sma)
Karena standar massa atom dalam sistem Dalton adalah massa hidrogen, standar massa dalam SI tepat 1/12 massa 12C. Nilai ini disebut dengan satuan massa atom (sma) dan sama dengan 1,6605402 x 10–27 kg dan D (Dalton) digunakan sebagai simbolnya. Massa atom didefinisikan sebagai rasio rata-rata sma unsur dengan distribusi isotop alaminya dengan 1/12 sma 12C.

Latihan
1.1 Isotop. Karbon alami adalah campuran dua isotop, 98,90(3)% 12C dan 1,10(3)% 13C. Hitung massa atom karbon.
1.1 Jawab. Massa atom karbon = 12 x 0,9890 + 13 x 0,0110 = 12,01(1)
1.2 Konstanta Avogadro. Intan adalah karbon murni. Hitung jumlah atom karbon dalam 1 karat (0,2 g) intan.
1.2 Jawab. Jumlah atom karbon = [0,2 (g)/12,01 (g mol-1)] x 6,022 x 1023(mol-1) = 1,00 x 1022
1.3 Hukum perbandingan berganda. Komposisi tiga oksida nitrogen A, B dan C diuji. Tunjukkan bahwa hasilnya konsisten dengan hukum perbandingan berganda: massa nitrogen yang bereaksi dengan 1 g oksigen dalam tiap oksida: Oksida A: 1,750 g, oksida B: 0,8750 g, oksida C: 0,4375 g.
1.3 Jawab. Bila hukum perbandingan berganda berlaku, rasio massa nitrogen yang terikat pada 1 g oksigen harus merupakan bilangan bulat.
![]()
Hasilnya cocok dengan hukum perbandingan berganda.
1.4 Massa atom. Tembaga yang ada di alam dianalisis dengan spektrometer massa. Hasilnya: 63Cu 69,09%, 65Cu 30,91%. Hitung massa atom Cu. Massa 63Cu dan 65Cu adalah 62,93 dan 64,93 sma.
1.4 Jawab: Massa atom Cu=62,93x (69,09/100) + 64,93x (30,91/100) = 63,55 (sma)
1.5 Mol. Bila kumbang menyengat korbannya, kumbang akan menyalurkan sekitar 1 mg (1x 10-6 g) isopentil asetat C7H14O2. Senyawa ini adalah komponen fragrant pisang, dan berperan sebagai materi pentransfer informasi untuk memanggil kumbang lain. Berapa banyak molekul dalam 1 mg isopentil asetat?
1.5 Jawab. Massa molekular isopentil asetat adalah M = 7 x 12,01 + 14 x 1,008 + 2 x 16,00 = 130.18 (g mol-1). Jumlah mol: 1,0 x 10-6(g)/130,18(g mol-1) = 7,68 x 10-9(mol) Jumlah molekul 1 mg isopentil asetat: 7,68 x 10-9(mol) x 6,022 x 1023 (mol-1) = 4,6 x1015
1.6 Massa molekul hidrogen. Massa atom hidrogen adalah 1,008. Hitung massa molekul hidrogen.
1.6 Jawab. Massa molar hidrogen adalah 2,016 x 10-3 kg mol-1. Massa satu molekul hidrogen = [2,016 x 10-3 (kg mol-1)]/[6,022 x 1023(mol-1) = 3,35 x 10-27(kg).
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dalam ilmu kimia, stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Kata ini berasal dari bahasa Yunani stoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).
Stoikiometri didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan berganda.
Contoh: ![]()


Stoikiometri gas adalah suatu bentuk khusus, dimana reaktan dan produknya seluruhnya berupa gas. Dalam kasus ini, koefisien zat (yang menyatakan perbandingan mol dalam stoikiometri reaksi) juga sekaligus menyatakan perbandingan volume antara zat-zat yang terlibat.
Minggu, 11 Desember 2011
11 MANFAAAT SUSU

Setiap 100 gram susu terkandung panas sebesar 70.5 kilokalori, protein sebanyak 3.4 gram, lemak 3.7 gram, mengandung kalsium sebesar 125 miligram, sementara prosentase penyerapan dalam tubuh sebesar 98% – 100%.
Didalam susu terkandung vitamin B2 dan vitamin A, selain protein juga terdapat macam-macam asam amino yang penting untuk pertumbuhan tubuh. Sekarang, susu sapi dijuluki sebagai bahan makanan dengan kandungan vitamin lengkap, juga sebagai “darah putih” yang membantu kesehatan tubuh manusia.
Orang-orang yang mengkonsumsi segelas susu setiap harinya minimal mendapat 11 macam manfaat dari susu :
1. Susu mengandung potassium, yang dapat menggerakan dinding pembuluh darah pada saat tekanan darah tinggi untuk menjaganya agar tetap stabil, mengurangi bahaya akibat apopleksi, juga dapat mencegah penyakit darah tinggi dan penyakit jantung.
2. Dapat menetralisir racun seperti logam, timah dan cadmium dari bahan makanan lain yang diserap oleh tubuh.
3. ASI (Air Susu Ibu) dan kandungan lemak di dalamnya dapat memperkuat daya tahan fungsi syaraf, mencegah pertumbuhan tumor pada sel tubuh.
4. Kandungan tyrosine dalam susu dapat mendorong hormon kegembiraan—unsur serum dalam darah tumbuh dalam skala besar.
5. Kandungan yodium, seng dan leticin dapat meningkatkan secara drastis keefisiensian kerja otak besar.
6. Zat besi, tembaga dan vitamin A dalam susu mempunyai fungsi terhadap kecantikan, yaitu dapat mempertahankan kulit agar tetap bersinar.
7. Kalsium susu dapat menambah kekuatan tulang, mencegah tulang menuyusut dan patah tulang.
8. Kandungan magnesium dalam susu dapat membuat jantung dan sistem syaraf tahan terhadap kelelahan.
9. Kandungan Seng pada susu sapi dapat menyembuhkan luka dengan cepat.
10. Kandungan vitamin B2 di dalam susu sapi dapat meningkatkan ketajaman penglihatan.
11. Minum susu sebelum tidur dapat membantu tidur.
Sabtu, 26 November 2011
QUEEN OF REVERSAL
[SPOILERS INCLUDED]
Title: 역전의 여왕
Genre: Romance, Comedy
Episodes: 31
Average Episode Rating: 10.8% nationwide
Main Cast: Out of the main cast of this drama, I only know Park Sihoo. The rest of the actors are new faces to me, although some of them have appeared in other dramas that I have watched. It’s just that I didn’t recognize them (which is kind of sad..).
Kim Namjoo as Hwang Taehee:
Kim Namjoo was the main character of Queen of Housewives, the prequel to this drama. All the other dramas and movies that she has been in aren’t as popular as Housewives was.
Hwang Taehee is a workaholic who graduated at the top of her class in high school and college. She gets married to Bong Junsoo and then the two later have a child, Sola. They later divorce and she returns to work, but many obstacles stand in her way in both her personal and work life. The two actually become mixed together too.
Jung Joonho as Bong Junsoo:
Jung Joonho has starred in a number of dramas and movies. However, the only drama that I have seen him in is IRIS, where he acted as Jin Sawoo, the guy that turns from good to evil.
Bong Junsoo goes to work at Queens in order to show his ex-girlfriend how capable he can be. He has studied many subjects including law, but he failed all the tests. He is quite incompetent and in his five years of working at the company, he never once got promoted (partially because of people’s grudges towards him and Hwang Taehee). Although he divorces Hwang Taehee, he hopes to reconcile with her.
Chae Jungahn as Baek Yeojin:
Chae Jungahn is another actress that I didn’t initially recognize until I saw her actress profile. She has acted in the 2007 hit drama, The 1st Shop of Coffee Prince, as the other leading lady. (On a side note, when she first appeared in this drama, I thought that she could be a member of SNSD. Her style is so similar to that of Yoona’s or something.)
Baek Yeojin always gets bullied by her boss, Hwang Taehee. However, once she gets on Ms. Han’s side, she gains power and becomes the new team leader. In order to succeed, she cheats and uses other people’s work. She is the ex-girlfriend of Bong Junsoo, another factor that makes her hold a grudge against Hwang Taehee.
Park Sihoo as Goo Yongshik:
Park Sihoo acted in last year’s Prosecutor’s Princess as the main man. And that’s the only drama that I’ve seen him in. After that, I became a fan.
Goo Yongshik is a spoiled brat who always plays around. This all changes when his dad (the CEO of Queens) makes him work at the company. He is given a team and forced to work for once in his life. This is where he meets Hwang Taehee and falls for her outspoken character. Despite his playful character, he is filled with pain because he doesn’t know who his mother is, and his greedy brother is always trying to take his power over the company.
Ha Yoomi as Han Songyi:
Ha Yoomi has also been in a number of dramas and movies, but I don’t recognize any of them.
Han Songyi is an independent lady who works for herself. She is the definition of a feminist – she doesn’t get married or have kids, and she doesn’t want to either. She likes living as a single woman. She has worked at Queens for over 20 years ever since she was 20 years old, rising to the position of vice president. She openly favors those that suck up to her and easily throws away those that are “disloyal” to her.
Director + Screenwriter:
Both directors of this drama haven’t directed any famous dramas in the past. Screenwriter of Queen of Reversals, Park Jieun, has written for Queen of Housewives, so I guess it’s only normal that she would also write for the spin-off/sequel to that drama.
Synopsis (from Dramawiki):
Hwang Taehee is the daughter of a chaebol and team leader at her workplace. She is married to Bong Junsoo who works at the same company. When Bong Junsoo’s ex-girlfriend, Baek Yeojin, who happens to be Hwang Taehee’s rival as well, begins to work in her team, troubles start to surface. Taehee has to juggle her challenges in love with those in work, helping shape her boss and department director, Goo Yongshik, from an insensitive and uninterested second generation chaebol to a true leader. Taehee’s seeming success in love, however, presents her with another problem as she begins to realize that marriage involves just as many obstacles to overcome.
First Few Episodes:
I read some reviews before jumping into this drama, and many people said that the first ten episodes or so were a bit slow and boring. Because of that, some quit watching before the drama became really interesting and dramatic.
I started the drama with sort of high expectations overall but not very high expectations for the beginning. The beginning was interesting though – we have a very strict boss who’s mean and merciless with those that work under her. But then she becomes goo-goo eyed over her newest employee. She falls in love with him instantly, doing whatever she can to get his heart. She succeeds and the two get married. However, when she returns from her sweet honeymoon, she finds her life turned upside down at her workplace, causing her to eventually quit.
The next couple of episodes bring us forward 5 years, with the couple’s messy life. Hwang Taehee makes her return to work, where the REAL drama begins.
Highlights:
The reason I started this drama – Park Sihoo! I love this actor. Although I only saw him in Prosecutor’s Princess, he is one cute actor and a talented one too. It was definitely a highlight to watch Park Sihoo’s beautiful face in almost every episode. I also liked watching his intense expressions, his humorous ones – he can portray a variety of expressions and that really displays his talent.
Another highlight of this drama was the plot – aside from the “love” aspect of it, we have a woman (Hwang Taehee) who stands back up after being pushed down. Her boss keeps trying to prevent her from working and doing well, but she is able to overcome these obstacles and challenges. She shows that hard work DOES pay off, even if others try to hinder her ability to succeed.
Hwang Taehee is assigned to the Special Team, which is a team that is filled with people who were fired from their previous positions. They are given a spot in this team for 6 months to prove themselves worthy of a full-time job at the Queens Cosmetics Company. This brings up something else that I enjoyed from this drama – it’s a story about people and their personal issues. Although it doesn’t go into a lot of detail of each person’s obligations and their duties, it does touch a little on each subject. Through the drama, we learn of people’s hardships and how they overcome these problems together. At first, many of the team members are unmotivated to work, but once they really put some effort into their jobs, they see the results and benefits.
In the previous paragraph, I said that each worker in the Special Team had personal problems. Normally, dramas aren’t very realistic and I’ll admit that in this drama, it’s not very realistic, especially with the love story going on between Hwang Taehee, a divorced woman with a child, and Goo Yongshik, the son of the company’s CEO. But it’s realistic in the sense that it shows that each person has to support someone with their money. There’s the guy that has to support his family and a third child that’s coming. There’s the girl that has to support her siblings and pay for their school fees. There’s the other guy that has to support his family that’s living abroad in Canada. Each person has their own struggles, and this drama shows that life isn’t all rosy and sweet. I like that aspect of this drama.
This drama may not be the most interesting one with the hottest actors or actresses acting in it. It may not be a drama with a strong plot that keeps viewers interested up until the end, but it focuses on many important themes like teamwork and never giving up. It brings up other themes too, like working hard to reach your goal, which relates to the theme of persevering and never giving up. Not every drama has such constructive themes as this one does.
Aside from the themes and the deeper issues displayed in this drama, some other highlights are the side romances in the company which give us some comical relief. The “drama” between Yukyung and Goo Yongshik’s secretary and friend Kangwoo was the most enjoyable for me. I also loved how the drama put a little twist on King of Baking, Kim Takgoo. Yukyung used to date Kim Takgoo but he later breaks her heart, so Kangwoo comes into the picture to heal her wound.
Another side thing that I love about this drama is the love-hate relationship between Baek Yeojin and Hwang Taehee. The two start out bickering and as rivals in love and work, but later, they end up as friends in a way. They may still claim to hate each other, but they’ve also come to an understanding of each other’s situations.
Like the drama title suggests, this drama is quite a drama of reversals. On the love side, there are reversals with results that are the opposite of what we might have initially expected. On the work side, the outcomes are also the opposite of what they first appeared to be. The title suits the drama well, which is nice since not all dramas have titles that correlate well with the actual drama.
Shortcomings:
The constant misunderstandings between Bong Junsoo and Hwang Taehee led to their eventual divorce, which is sad. In my opinion, divorce is horrible and shouldn’t be treated as something light. It’s a bigger thing than breaking up – waaay bigger. So when Bong Junsoo and Hwang Taehee decide to divorce because of their lack of communication, it made me disappointed. How could they divorce without talking things through and really listening to what the other person had to say? In the drama, it’s evident that the two still have feelings for each other, but they don’t admit it. Both are too stubborn to admit their faults and reconcile, so in the end, they divorce. Not the right solution. If they had talked things through, then they wouldn’t need to do something as extreme as this.
Before I started this drama, I read a viewer’s insightful commentary on the drama. I found this person’s commentary quite interesting and also true, so I’ve decided to include it in this review. All credit goes to alexO, who wrote this on Mysoju:
This drama started with promise but just ended on a record low.
In my opinion it’s a sad reflection of the modern young adult’s (warped) perspective on marriage and relationships. Sora’s (the daughter) feelings were never considered in the outcome of Tae Hee and Jun Soo’s marriage. All they ever did was show Sora smiling, as if divorce is something that only affects adults and not children. Sora’s feelings were put aside so that some fairy-tale story where the young star-stud Yong Shik could hook up with the victimized wife.
Hwang Tae-Hee never seemed to have considered giving a chance for forgiveness and reconciliation. As for the writing, her feelings toward Yong Shik were much too sudden and abrupt. It was not a smooth transition but a feeling of indifference to love from one episode to the next.
Baek Yeo-Jin. What an immature girl. Holding on obsessively to Jun-Soo, a married man, and not worrying about anything except for what makes her feel good. She never considers that what she’s doing is breaking up a family, and even if she did she doesn’t see that as being wrong as long as she gets what she wants.
Yong-Shik was much like Baek Yeo-Jin, except the male version. The very definition of a hedonist. Do you what you want, as long as it feels good and is good for you. Who really cares about the feelings of others, right?
Bong Jun-Soo. Stupid idiot for doing stupid things like not avoiding Baek Yeo-Jin and not telling the truth, but in my opinion the most realistic character and the most responsible out of all. He admits his faults and in the end, puts things of importance, such as Sora and his marriage in front of his wants, and tries to attempt to reconcile the marriage by asking Tae-Hee to live together abroad so that there is a chance that there could be healing and reconciliation. But does Tae-Hee even try? Nope. Just flies off to San-Francisco.
Basic messages and themes of this drama:
1. Do what feels good for you. That’s all that matters.
2. Marriage is a commodity, not a serious vow.Some of you reading my comment might think I’m some super conservative, for family fundamentalist, but believe me, I’m not. I’m pretty darn liberal in all my beliefs. I’m all for divorce in certain instances like a husband who chronically abuses his wife. However, marriage is a serious vow, not a commodity, and even if in a marriage or relationship one person did something to hurt the other person extremely bad, there should always be an attempt at healing and reconciliation. If it has been tried, and it still doesn’t work out, then I think divorce is a valid path.
But that is exactly what this drama did not propose. A fairy tale, comic book story written by an immature drama script-writer which sadly, reflects many of todays youth’s perspective on marriage and relationships.
Another thing I didn’t like – the developing feelings that Goo Yonshik began to have. I don’t quite understand why Goo Yongshik started to like Hwang Taehee. In the drama, there’s no specific reason that makes him like her and I don’t know how it even started. I only noticed that he misses his mom that he never knew. So it makes me think, does he just see Hwang Taehee as a mother figure? Is his love for her just the type of love a son would have for his mother? Or is it more of a romantic love? Obviously it’s the romantic love. But I just couldn’t figure out what he liked so much about her, which is a shortcoming of this drama as it was never fully addressed.
Another shortcoming of this drama was that it was on the slow side. There were the super dramatic moments and everything, but overall, everything was kind of slow. I guess I’m just used to faster paced dramas that keep me constantly interested.
Additional Commentary:
Things kind of went by slowly for the first few episodes, so I kind of skimmed it a lot, but then things get a bit exciting afterword. Honestly, maybe it’s because I zoomed through the entire drama in a week, but it wasn’t as fulfilling as I initially thought. However, it does have its exciting parts and I’m sure that if I re-watched this without skimming and skipping around, I would’ve enjoyed it a lot more.



















